
PALANGKA RAYA-cakra.co.id
Progres pendaftaran atlet untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Hingga Senin (9/3), sistem mencatat baru 895 atlet yang terdaftar, hanya sekitar 20% dari target ribuan atlet yang diharapkan berlaga di ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Dalam rapat evaluasi sistem SEGA Porprov Kalteng yang dihadiri jajaran pengurus inti KONI Kalteng, terungkap bahwa meski pendaftaran tahap pertama telah dibuka sejak awal Februari, antusiasme peserta belum mencapai puncaknya.
Ironisnya, dari total 13 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, tercatat ada enam kabupaten yang hingga saat ini belum mendaftarkan satu pun atletnya ke sistem.
Keenam kabupate tersebut adalah Kabupaten Kotawaringin Timur, Seruyan, Barito Selatan, Murung Raya, Pulang Pisau dan Kabupaten Katingan.
Ketua Bidang Sekretariat KONI Kalteng, Wilson U Maseh, mendesak KONI kabupaten/kota untuk segera melakukan percepatan pendaftaran melalui sistem daring SEGA sebelum tenggat waktu tahap pertama berakhir pada April mendatang.
Kabar mengejutkan juga datang dari sisi organisasi. Legalitas jadi sandungan Pengurus Provinsi (Pengprov) empat cabang olahraga (cabor) unggulan terancam tidak bisa dipertandingkan karena masa kepengurusan Pengprov-nya telah kedaluwarsa. Keempat cabor tersebut adalah Dayung, Balap Sepeda, Drum Band, dan Dance Sport.
”Masalahnya ada pada legalitas. Jika kepengurusan sudah mati, kadaluarsa maka mereka terancam didiskualifikasi dari Porprov,” ujar Mery Anita Ketua bidang organisasi yang diamini anggotanya Saptaryo Kunindar dan Dino.
Khusus untuk cabor Dayung, yang merupakan lumbung medali bagi Kalteng, langkah darurat telah disiapkan. Ketua Bidang Organisasi KONI Kalteng, Mery Anita, mengungkapkan bahwa panitia kecil akan segera menghadap Gubernur Agustiar Sabran untuk menentukan figur ketua baru.
Ia menyebut, usai lebaran, urusan internal Dayung harus tuntas hingga ke tingkat pengurus pusat.
Sementara tiga cabor lain Dance Sport, Balap Sepeda, dan Drum Band dijadwalkan menggelar Musyawarah Kerja Provinsi (Musprov) untuk pemilihan ketua baru segera setelah Idul Fitri.
Di sisi lain, faktor finansial disinyalir menjadi akar lambatnya pendaftaran.
Budiantoro dari Bidang Hukum KONI Kalteng mengungkapkan bahwa koordinasi di tingkat daerah masih terkendala masalah anggaran operasional.
”Kawan-kawan di daerah memang mengeluhkan soal anggaran. Sebagai contoh, cabor sepak bola putri yang memiliki jumlah personil banyak membuat pihak Askab PSSI masih harus bernegosiasi panjang dengan KONI Kabupaten terkait pembiayaan,” jelasnya.(red).








