
Palangka Raya-jurnalborneo.co.id
Aksi demo yang menamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Anak Buruh pada Senin, 11 Mei 2026 di pintu gerbang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, mendapat tanggapan serius dan berbuntut.
Kepada sejumlah awak media, Putra Dayak Chornelis, Selasa (12/5) mengatakan bahwa pada aksi mahasiswa itu ada peringatan akan adanya gerakan terselubuh yang berbahaya.
‘Aksi demo kemaren sudah jauh dari substansi penyampaian persoalan yang sebenarnya. Contoh, mereka mengatasnamakan mahasiswa anak buruh, tetapi persoalan yang disampaikan tidak relevan dengan jati diri pendemo yang menyebut dirinya mahasiswa anak buruh,” ujar Chornelis.
Menurutnya, etika dan syarat tidak tertulis dalam setiap aksi penyampaian aspirasi adalah koordinator aksi dan peserta selalu ingin bertemu kepada siapa tujuan penyampaian tuntutan, dan minta diterima untuk berdialog di ruangan, dalam kesempatan ini menjadi tidak berlaku bagi mereka, ini tentu saja sebuah hal yg tidak lazim dan aneh.
Chornelis menambahkan,
tidak kalah penting dalam setiap demo, koordinator aksi wajib mengenal peserta aksi dan menjaga serta mengingatkan peserta aksi dari hal-hal yang dapat memperkeruh serta menodai tujuan aksi.
Aksi Aliansi Mahasiswa Anak Buruh kemaren sangat jelas dan terang sudah tidak murni lagi sebagai ungkapakan kepedihan mahasiswa yang merasakan kesulitan sebagai anak buruh dalam menuntut ilmu di bangku pendidikan.
“Aksi yang dilaksanakan itu sangat jauh dari etika mahasiswa sebagai seorang calon intelektual. Mengapa saya katakan demikian, karena Gubernur Kalimantan Tengah sudah dengan rendah hati mengajak untuk masuk kedalam ruangan untuk berdialog terkait isi tuntutan, tapi dijawab oleh peserta aksi yang ingin membuat keributan dengan berkata kami tidak ingin masuk kami ingin dialog disini. ini sebuah keanehan dalam dunia unjuk rasa,” ujar Chornelis.
Aksi demo kemaren juga sangat jelas terlihat sudah ditunggangi oleh sebuah kepentingan dari luar Kalimantan Tengah, karena terlihat ada peserta aksi yang memperlihatkan symbol gerakan perlawanan, separatis Papua Merdeka dengan memakai lambang Bintang Kejorayang dilarang oleh Pemerintah Indonesia, jelas Chornelis.

“Sebagai seorang Putra Dayak sejati, saya memprotes keras dan melarang adanya aksi Aliansi Mahasiswa Anak Buruh selanjutnya karena sudah tidak murni lagi serta dapat menimbulkan persoalan besar dikemudian hari,” tegas Chornelis.
” Di kesempatan ini juga saya bersama kawan kawan yang peduli terhadap keamanan dan kenyamanan tinggal dan hidup di Bumi Tambun Bungai Kalimantan Tengah menuntut tindakan tegas dari Kapolda Kalimantan Tengah dan terlebih kepada Pangdam XXII Tambun Bungai untuk menindak pelaku yang membawa atribut Bintang Kejora serta memanggil semua peserta aksi tanggal 11 Mei 2026 di muka pintu gerbang kantor Gubernur Kalimantan Tengah untuk mempertanggungjawabkan aksi mereka yang telah rusak akibat hadirnya gerakan separatis tersebut didalam aksi mereka,” kata Chornelis.
Menurut Chornelis, pihaknya
juga menuntut Ketua Umum DAD Kalteng untuk mengambil sikap dan melakukan Sidang Adat Dayak terhadap mereka yang telah mulai merusak kenyamanan di Bumi Tambun Bungal, terutama yang membawa atribut Bintang Kejora dalam aksi kemaren.
“Dalam kesempatan ini juga salah satu tokoh Dayak Kalimantan Tengah Marcos Tuwan menitipkan pesan kepada saya dan kawan kawan untuk disampaikan kepada pendatang yang ada di Kalimantan Tengah, agar selalu mengedepankan Etika dan tata krama Hidup beradab dan beradat, bagaimana menghargai Gubernur Kalteng yang kami anggap sebagai pemimpin kami orang Dayak saat ini,” kata Chornelis.
Menurut Chornelis, gerakan separatis jangan dianggap enteng, mereka memiliki langkah terukur dan terkoordinir rapi. Dimulai dengan pergerakan secara tersembunyi orang per orang, kemudian mulai muncul dengan gerakan kecil untuk melihat keadaan, jika dirasa masih aman dan kekuatan cukup maka mereka akan keluar dengan gerakan yang besar dan bergelombang. Ini harus kita antisipasi lebih awal agar jangan sampai kita orang Dayak terpengaruh dan menjadi pelindung mereka di Kalimantan Tengah. (Ck-1)








