
PALANGKA RAYA-cakra.co.id
Penanggualangan Karhutla tak cukup dilawan dengan personel, namun juga dengan peralatan yang siap digunakan menjadi salah satu kunci agar api bisa segera dipadamkan.
Tidak hanya itu aja, penanggulangan dan upaya oleh anggota hingga tim gabungan dan seluruh pemadam terus dilakukan dalam upaya penanggulangan dengan efektif dan lebih baik lagi.

Hal itu juga menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol Dedy Prasetyo, yang turun langsung ke Palangka Raya, Jumat sore (11/9).
Mantan Kapolda Kalteng ini juga ingin melihat dan memastikan kekuatan Satgas Karhutla Polda Kalteng, termasuk sarana dan prasarana (sarpras), dalam kondisi siap mendukung penanganan di lapangan bersama pemerintah dan TNI hingga relawan lainya.
Komjen Dedy memeriksa sejumlah perlengkapan yang sebelumnya telah disalurkan Mabes Polri baik itu mesin pompa air, alat pelindung diri (APD), hingga peralatan pemadaman lainnya menjadi bagian dari pengecekan.
“Kesiapan anggota dan sarpras sangat penting dalam hal operasi penanganan karhutla di Kalteng. Mabes polri terus memonitor dalam upaya penanganan dan penanggulangan karhutla di Kalteng dan seluruh wilayah Kalimantan, termasuk juga dalam hal penegakan hukum,” ucap Dedy, dilokasi posko km 21 jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, dalam pemantauan langsung pemadaman Karhutla.
Dikatakan Dedy Prasetyo, dukungan peralatan yang lengkap dan berfungsi baik akan membuat petugas lebih efektif menjalankan tugas. Pada saat yang sama, sarpras juga berkaitan langsung dengan keselamatan anggota yang bekerja di tengah kondisi kebakaran.
Wakapolri juga menekankan seluruh peralatan digunakan, dirawat dan diperiksa secara berkala. Kesiapan tersebut dinilai penting karena penanganan karhutla membutuhkan gerak cepat. Ketika api muncul, personel harus dapat segera bergerak dengan dukungan peralatan yang memadai.
“Apresiasi kepada personil kepolisian seluruh wilayah dalam upaya penanggulangan karhutla, bersama TNI dan seluruh unsur pemadam kebakaran. Semoga sinergi yang kuat antara personel dan kesiapan sarana dapat mempercepat penanganan karhutla di Kalimantan Tengah hingga tuntas,” jelas Dedy.
Dedy menyebut batas air muka tanahnya di gambut, batas paling aman 40 cm lebih. Namun saat ini sudah jauh di bawah, dimana diketahui mencapai 120 cm, yakni jauh melebihi ambang batas.
“Kondisi tersebut menunjukkan tingkat kekeringan lahan gambut yang sangat tinggi, terlebih Kalimantan Tengah saat ini memasuki periode El Nino yang sangat kuat pada Agustus-September,” tegasnya.
Selain melakukan pengecekan kesiapan sarpras, Wakapolri bersama Kelemdiklat Komjen Panca Putra memantau para peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dari Lemhannas, TNI-Polri dan Sespimti untuk memberikan penyuluhan kepada Masyarakat, yang ada dilokasi penanganan.

“Untuk kebakaran-kebakaran dalam skala besar ini, upaya tidak hanya hanya dengan water bombing, serta satgas darat. Melainkan penanganan karhutla dilakukan dengan berbagai metode, termasuk menyiapkan alat berat, pembangunan sekat kanal dan pemanfaatan sumur bor yang melibatkan unsur TNI, Polri serta Masyarakat juga dilakukan,” katanya.(red)
Cek Karhutla. Wakapolri Komjen Dedy Prasetyo, melakukan pemantauan langsung ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dalam upaya pengecekan penanggulangan karhutla di wilayah Kalteng, Jumat (11/9/2029). Foto ISt



