Palangka Raya, cakra.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalteng masa bakti 2025–2028. Acara tersebut berlangsung di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Minggu (31/8/2025).
Pelantikan ini menandai langkah baru bagi KNPI dalam menjalankan amanah dan visi mereka untuk memajukan organisasi dan pembangunan daerah.
Turut hadir dalam acara tersebut para pejabat Forkopimda Kalteng, bupati/wali kota se-Kalteng, serta tokoh pemuda dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran berpesan agar amanah yang diemban seluruh pengurus KNPI dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kerja keras, dan komitmen kuat untuk bersama-sama memajukan organisasi KNPI, pembangunan daerah, serta bangsa Indonesia.
Menurutnya, KNPI memiliki peran yang sangat penting, sebagai mitra strategis Pemerintah Pusat dan Daerah, terutama dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya para pemuda pemudi Kalimantan Tengah, agar mampu menjadi generasi yang unggul dan tangguh. Selain itu, KNPI punya peran besar dalam mempererat persatuan dan keharmonisan seluruh anak bangsa, dengan Semangat Huma Betang dalam bingkai NKRI.
Gubernur juga mengimbau pengurus dan anggota KNPI untuk bersama-sama bersatu, menjaga situasi di Bumi Tambun Bungai agar tetap aman dan kondusif. Dengan semangat gotong royong, ia menyerukan untuk bersatu dalam mewujudkan pembangunan yang berkah, maju, dan sejahtera.
“Mari kita bergotong royong mewujudkan pembangunan Kalimantan Tengah Berkah, Maju, dan Sejahtera dengan semangat Isen Mulang. Kita sambut Indonesia Emas 2045 dengan mengangkat harkat martabat masyarakat Dayak dan seluruh warga Kalteng melalui kearifan lokal dalam bingkai NKRI,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kalteng terpilih, M. Alfian Mawardi, menyatakan komitmennya menjadikan KNPI sebagai wadah pembinaan pemuda yang progresif dan siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya soliditas dan kolaborasi lintas organisasi. (Red)
