
Tapanuli Tengah, Cakra.co.id- Dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi akibat insentitas curah hujan yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ditetapkan masuk tanggap darurat oleh Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Jumat, (28/11/25).
Pernyataan tanggap darurat bencana tersebut dinyatakan Masinton setelah Rapat bersama Kepala BNPB Pusat Suharyanto di Aula Kantor Bupati pada siang sekitar Jam 14:38 Wib.
Bupati membeberkan, penyataan tanggap darurat bencana alam Tapteng berlaku selama seminggu kedepan.
Dalam pernyataannya tersebut, Masinton sebagai Bupati Tapteng didampingi Kepala BNPB Pusat dan Wakil Bupati menyampaikan bahwa keputusan tersebut bisa saja diperpanjang tergantung situasi dan kondisi yang akan dihadapi para tim evakuasi.
Bencana yang menimpa Sumatera Utara bagian Barat terdapat di berbagai titik Se-kabupaten Tapanuli Tengah.
Cuaca extrim yang terjadi melanda Tapanuli Tengah dinamakan Saikon. Menurut Kepala BNPB Pusat Suharyanto didepan para pengungsi, cuaca yang melanda Tapteng adalah cuaca langka.
Atas dampak perlintasan cuaca Saikon, Tiga Provinsi termasuk Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar mengalami kondisi yang sama.
Kepala BNPB Pusat Suharyanto menyebut, pengungsi tidak perlu khawatir, seminggu kedepan, kita evakuasi dulu para korban bencana, selesai itu program perbaikan fisik akan kita lakukan.
“Rumah siapa yang terdampak dari bencana ini akan kita bangun, mau itu rusak sedang, maupun rusak menengah atau rusak parah,” ucap Kepala BNPB Pusat disambut bahagia para pengungsi.
Di penghujung penyampaian kata sambutan di depan ratusan orang, Ketua BNPB Pusat berucap, secepat mungkin penyaluran bantuan terhadap masyarakat yang terdampak segera dituntaskan.
“Setelah ini Pemkab akan menggelar rapat membentuk tim penyaluran logistik, dan membentuk tim evakuasi kepada korban. Tanpa dukungan masyarakat kami tidak ada apa-apanya, maka dari itu kami minta doa, agar keseluruhan penyaluran logistik dan evakuasi para korban tidak terkendala apapun,” tutupnya disambut tepuk tangan. (Rimember)








