Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Murung Raya Ke-24.
Puruk Cahu, cakra.co.id – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya yang digelar di Halaman Kantor Bupati Murung Raya, Puruk Cahu, Sabtu (1/8/2026).
Peringatan hari jadi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih baik, maju, mandiri, dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-24 Murung Raya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan.
Mengusung tema “Hebat Bersinergi Membangun Tana Malai Tolung Lingu, Menuju Murung Raya Maju, Mandiri, dan Sejahtera”, peringatan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.
Menurut Agustiar, nilai-nilai Huma Betang dan Belom Bahadat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus dijunjung tinggi sebagai modal sosial dalam menyukseskan pembangunan daerah.
“Ke depan kita harus memperkuat kemandirian daerah yang berbasis pada potensi unggulan daerah serta kearifan lokal karena daerah yang maju adalah daerah yang mampu berdiri di atas kaki sendiri dan tidak kehilangan jati diri,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mendorong pembangunan yang adil dan merata, terutama dalam peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.
Selain itu, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) agar pelaksanaannya tepat sasaran. Khusus di Kabupaten Murung Raya, tercatat sebanyak 4.903 keluarga penerima manfaat KHBS.
Dalam kesempatan tersebut, Agustiar juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembersihan maupun pembukaan lahan dengan cara membakar. Imbauan itu disampaikan seiring memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih kering dan panjang pada Agustus hingga September 2026.
Ia meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat tetap aman selama musim kemarau.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Murung Raya. (Red)



