
PALANGKA RAYA-cakra.co.id
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) mendorong kepengurusan baru Pengprov PODSI Kalimantan Tengah periode 2026–2030 di bawah nahkoda Prof. Dr. Ir. Juni Gultom untuk melakukan transformasi total.
Arahan strategis ini disampaikan langsung oleh Sekjen PB PODSI, Ir. Edy Suyono, didampingi Kabid Organisasi PB PODSI, Kolonel Laut (Purn) Dr. Muhadi, M.M. PB PODSI menegaskan bahwa kiprah atlet dayung Kalteng untuk panggung nasional sangat ditunggu dalam Rapat Kerja Provinsi Olahraga Dayung Seluruh Indonesia Kalimantan Tengah, Minggu (30/8).
Edy mengatakan, tinggalkan egoisme dan cara lama pengurus baru diminta membuang pola kepemimpinan lama yang membuat grafik prestasi Kalteng menurun dalam lima PON terakhir. Kepengurusan saat ini harus solid, bersatu, dan lepas dari sekat-sekat personal.

Saat ini, fokus target Pra-PON 2028, kualifikasi PON bakal digelar di Makassar (Pengprov Sulsel) pada September 2027. Kalteng harus mengejar target maksimal untuk meloloskan sebanyak mungkin nomor lomba pada PON XXII 2028 NTB-NTT, cabang olahraga dayung memperebutkan total 48 nomor pertandingan/medali emas Canoeing 15 nomor, Slalom 9 nomor dan Rowing dan Dragon Boat (TBR): Sisanya mengisi total kuota hingga 48 nomor
Setiap nomor pertandingan yang dilombakan akan memperebutkan 1 medali emas, 1 medali perak, dan 1 medali perunggu.
Ia mengatakan, Rakerprov momentum baik membentuk tim kerja strategis yang melibatkan atlet, pelatih, akademisi, dan praktisi untuk menyusun program pembinaan prestasi berbasis sains.
Pencarian Bakat (Talent Scouting).pembinaan usia muda harus digenjot sesuai karakteristik cabang olahraga (Rowing, Canoeing, dan Dragon Boat).
Tentunya, kata Edy transparansi dan evaluasi berkala seleksi Pelatda dilakukan secara terbuka dengan evaluasi berkala per tiga bulan. Peningkatan kualitas SDM pelatih, wasit, serta pengurus menjadi prioritas utama.
Dukungan perahu dari PB PODSI sebagai bentuk komitmen, PB PODSI (di bawah arahan Ketum Pak Basuki Hadimuljono) siap membantu penyediaan peralatan seperti perahu rowing untuk menunjang porsi latihan atlet Kalteng.Dalam sesi diskusi, muncul berbagai aspirasi dan realita lapangan yang dihadapi Pengcab PODSI kabupaten/kota:
Kendala Pembinaan di Daerah (Bagio): Pembinaan atlet sempat terkendala akibat terhentinya program PPLP. Selain itu, gelaran Porprov kerap hanya mempertandingkan nomor Dragon Boat, padahal nomor perorangan sangat vital agar potensi tiap daerah (seperti Lamandau atau Kotawaringin Barat) terlihat dan bisa dilirik Pengprov.
Siklus “Tidur” Pengurus Kota ( Pengkot) PODSI Kota Palangka Raya , Herdelis menjabat Wakil Ketua Pengkot PODSI), kerap kali pembinaan di daerah baru bangun saat menghadapi Porprov. Pola mendadak ini harus diubah melalui Rakerprov agar pembinaan berjalan berkelanjutan sepanjang tahun.
Ia mengatakan, proses pembentukan atlet tingkat junior membutuhkan waktu setidaknya 1-2 tahun intensif, sedangkan atlet tingkat senior memerlukan minimal 4 tahun pembinaan yang terencana untuk bisa bersaing di level nasional.
PB PODSI menegaskan kembali komitmennya, bagi atlet Kalteng yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional, PB PODSI siap memperjuangkan nasib dan masa depan mereka. Rakerprov kali ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali “Macan Dayung” Kalimantan Tengah di kancah nasional.
Sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Juni Gultom, S.T., M.T. selaku Ketua Umum Pengprov PODSI Kalimantan Tengah masa bakti 2026–2030 mengatakan, melakukan penguatan pembinaan atlet berkelanjutan.
Menyusun program kerja strategis yang berfokus pada regenerasi atlet, peningkatan kualitas pelatda, serta modernisasi sarana-prasarana guna mengembalikan kebanggaan Kalteng sebagai lumbung atlet dayung nasional.

Selain itu, sinergi dan Integrasi Ekoturisme mendorong potensi cabang olahraga dayung agar tidak hanya berorientasi pada prestasi kompetitif, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan pariwisata berbasis air (sport tourism) di Bumi Tambun Bungai.
Konsolidasi dan penguatan Struktur Pengcab, mengoptimalkan koordinasi antar-Pengurus Cabang (Pengcab) Kabupaten/Kota agar pembinaan talenta muda dari daerah berjalan selaras dengan target Pengprov.
” Menyiapkan fondasi tim yang solid melalui pemetaan potensi nomor pertandingan andalan demi meraih hasil maksimal pada event regional maupun nasional mendatang,” pungkasnya.(red)



