
PALANGKA RAYA-jurnalborneo.co.id
KONI Kalteng terus menggodok kesiapan venue dan juga panitia pelaksana tuan rumah Porprov Kalteng XIII, KONI Kobar, untuk melakukan berbagai kesiapan dan evaluasi sejak dini apabila ada hal yang harus dilakukan dengan cepat.
Hal itu mengingat pelaksanaan Porprov Kalteng pada bulan Oktober tersebut tinggal beberapa bulan lagi.
Tidak hanya itu, KONI Kalteng juga memberikan masukan dan mengingatkan kepada Pengprov Cabor serta KONI Kabupaten/Kota dalam melakukan berbagai kesiapan menghadapi Porprov serta Para PON tahun 2027 dan nantinya PON tahun 2028.
Meskipun Pra PON dan PON masih lama, namun waktu selama dua tahun tersebut akan tidak terasa apabila berbagai kesiapan juga terlambat atau tidak dilakukan dengan dengan cepat dan tepat.
“Kita sudah mendengar dan diketahui semua pecinta olahraga, kalau PON nanti dilaksanakan di tiga wilayah, tuan rumah NTT-NTB dan di Jakarta. Nah untuk kesiapan Porprov Kalteng, kami juga terus menghimbau dan mengingatkan Pengprov/Pengkab cabor dan KONI Kabupaten/Kota untuk terus meningkatkan latihan para atlet hingga memantau dan memonitor agar atlet dapat melaksanakan latihan dengan baik dan lancar,” ucap Ketua Harian KONI Kalteng, H. Hasuddin Noor, Selasa (3/3).
Mengenai kesiapan Porprov, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan KONI Kobar dalam berbagai kesiapan hingga juga Dispora Kalteng dan Pemprov Kalteng, agar suksesi Porprov berjalan dengan lancar dan sukses.
“Kami terus melakukan koordinasi lanjutan, sembari tim penerimaan atlet juga terus berjalan. Untuk kesiapan dan venue juga terus kami koordinasi dengan KONI Kabupaten Kobar. Nantinya juga Panitai Besar akan dibentuk dan melakukan peningkatan koordinasi lanjutan,” kata Hasanudin.
Diketahui, untuk PON nantinya dari hasil Rapat KONI Pusat dengan tuan rumah PON, NTT dan NTB serta Jakarta. Selanjutnya disampaikan ke Kemenpora dan akan diputuskan dibuatkan SK.
Adapun Cabor yang dipertandingkan di NTB total 26 cabor, baik itu kategori Olympic seperti panahan, atletik, basket, dayung, golf, triathlon, voli pasir, panjat tebing, judo, angkat besi. Selain itu, KONI NTB juga sukses mengamankan cabor karate serta beberapa cabor populer SEA Games seperti selam, ski air, esport, futsal, dan soft tennis.
Sementara itu, sembilan cabor privilege tuan rumah NTB juga tetap diperjuangkan seperti tarung derajat, muaythai, sport dance, hapkido, biliar, bermotor, aerosport, petanque, padel, dan berkuda-memanah.
Sedangkan untuk Cabor yang dipertandingkan di NTT, meliputi 22 cabor PON 2028, yakni cabor bola tangan, voli indoor, layer, modern pentathlon, selancar ombak, tenis meja, cricket, bulutangkis, sepak bola, taekwondo, dan tinju yang merupakan cabor Olympic.
Ditambah dua cabor DBON, pencak silat dan wushu. Cabor SEA Games seperti kickboxing, sepak takraw, dan catur. Cabor world games yakni aerosport dan angkat berat. NTT juga mengusulkan sejumlah cabor privilege yakni kempo, gateball, berkuda-pacuan, dan barongsai.
Sedangkan cabor yang resmi digeser ke Jakarta dalam gelaran PON 2028 ini meliputi akuatik, anggar, senam, hockey, menembak, balap sepeda, berkuda-equestrian, baseball/softball, tenis lapangan, rugby 7, gulat, ice skating, skateboard, dan boling.(red)








