Pandan, Cakra.co.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) rajut Penguatan Sinergi dan Klaborasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertajuk Coffee Morning bertempat di GOR Pandan Rabu, (05/11/25).
Trobosan Penyelenggaraan Koordinasi bersama Forkopimda yang dipimpin Bupati Masinton Pasaribu di dampingi Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi disambut baik para pemimpin yang berhadir saat kegiatan di gelar.
Masinton dalam sambutannya mengajak segenap OPD agar bekerja sesuai dengan mekanisme disetiap Instansinya.
“Semua harus kita administrasikan dengan baik untuk mengejar peningkatan target PAD Kabupaten Tapanuli Tengah di Tahun 2026,” Papar Bupati Tapteng.
Tambah Masinton, begitu kami dilantik diawal, dampak kebijakan efisiensi sudah sangat terasa. Atas kebijakan itu, kita bisa pangkas beberapa anggaran yang masih kategori tidak terlalu penting, anggaran yang tidak efektif itu kita gunakan untuk program yang efektif dalam aspek pelayanan publik.
“Penting kami jelaskan, dimana untuk anggaran tahun 2025 kita sudah masuk di dalam pemotongan anggaran efisiensi. Maka, kita bisa pangkas beberapa anggaran yang masih kategori tidak fiskkal” Pungkasnya.
Disinggung terkait pelayanan Mobil Pemadam Kebakaran Bupati menjelaskan, untuk pasilitas Damkar Tapteng masuk kategori memprihatinkan. Jumlah Kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah itu 20 Kecamatan, namun, unit pelayanan Damkar kita masuk kategori jauh dari layak.
“Seluas ini wilayah Tapteng Unit Damkar kita cuma ada 2 Unit. Maka dari itu sisah dari efesiensi itu, kita sanggup menambai unit Damkar Tahun 2025 sebanyak 1 Unit, dan nanti kita akan maksimalkan,” Ucap Masinton saat di pertengahan pemaparannya berjalan.
Sosok Bupati yang lahir di Pasaribu Tobing itu juga menyebut, terkait pelayanan publik berupa kepatuhan Administrasi Daerah berupa pengurusan KTP, KK dan yang lainya, Masinton menjelaskan, nanti masyarakat tidak usah susah-susah ke Pandan, kita akan maksimalkan untuk pelayanan tersebut di 20 Kecamatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Masih Masinton dalam pemaparannya menjelaskan, untuk memaksimalkan belanja daerah atas dampak efesiensi tadi. Nah, untuk belanja mobil dinas kita pending dulu. Sebab, kebutuhan tersebut bisa gunakan untuk belanja dalam konteks kebutuhan publik.
“Kita mengalami koreksi keuangan sangat luar biasa di daerah Tapanuli Tengah. Daerah ini sangat tergantung dengan transfer pusat, baik dalam bentuk dana alokasi khusus, maupun dan lokasi umum. Terkait pemotongan total dampak efesiensi tadi, adapun jumlah keseluruhan dampak efesiensi terhitung efesiensi Pusat dan Provinsi bernilai Rp 205 miliar total keseluruhan.
Diakhir penyampaian sosok Bupati Tapteng mengajak segenap Tim OPD yang bisa bekerja mengakselerasi program progranya. Kalau fokus pasti perjuangan tidak akan menghianati hasil.
“Ayo dong kreatif mencari potensi-potensi untuk menambah Pendapatan asli daerah, agar ada celah fiskalnya menuju Tapteng Naik Kelas, Adil Untuk Semua,” Imbuhnya mengakhiri bimbingan serta pemaparan di hadiri keseluruhan SKPD dan di saksikan Forkopimda.(Riemember)
