
PALANGKA RAYA-cakra.co.id
Nama Sudesha Anand Sivan Indarto menjadi buah bibir di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Atlet muda berbakat asal Kota Palangka Raya ini sukses mengukir prestasi gemilang dengan menyabet Medali Perak pada Kejuaraan Taekwondo ITN OPEN IX Se-Jawa Barat yang berlangsung 14–15 Februari 2026.
Mewakili unit SMAN 4 Palangka Raya di kategori Junior Under 45 kg, keberhasilan Sudesha bukanlah perkara mudah. Mengingat kejuaraan ini merupakan salah satu ajang paling kompetitif di tanah air, diikuti oleh 2.615 atlet dari 188 klub dan 24 Pengcab Taekwondo se-Jawa Barat.
Dibalik kilau medali perak tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang penuh air mata dan keringat. Sebelum titik ini, Sudesha sempat melewati fase sulit: dua kali mengikuti Kejurnas dan tiga kali event nasional tanpa membawa pulang satu pun medali.
Namun, kegagalan tidak membuatnya surut. Demi mematangkan teknik, Sudesha menjalani Training Camp (TC) mandiri di Bandung selama tiga bulan. Jauh dari rumah dan berlatih di “kandang macan” taekwondo Indonesia akhirnya membuahkan hasil.
”Sebagai orang tua, saya merasa tertantang. Setelah TC mandiri di Bandung, Alhamdulillah ada progres nyata dengan raihan medali perak ini,” ujar Dedy Indarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kalimantan Tengah, Selasa (17/2).
Berstatus sebagai atlet luar daerah tidak membuat nyali Sudesha menciut.
Di babak penyisihan hingga semifinal, ia berhasil menumbangkan lawan-lawan tangguh yang merupakan atlet-atlet unggulan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Meski harus puas dengan posisi kedua di partai puncak, performanya membuktikan bahwa kualitas atlet Kalimantan Tengah mampu bersaing di level tertinggi.
Ajang bergengsi ini melibatkan perangkat pertandingan kelas dunia, termasuk 95 wasit (4 di antaranya wasit internasional). Persaingan ketat terjadi di nomor Kyorugi (petarungan) dan Poomsae (jurus) dari kelas Pra-Cadet hingga Senior.
Prestasi Sudesha Anand Sivan Indarto menjadi bukti nyata bahwa atlet Taekwondo Kalimantan Tengah memiliki kemampuan yang sejajar dengan atlet pulau Jawa. Syaratnya hanya satu, konsistensi untuk terus “dipoles” dan berani keluar dari zona nyaman.
Selamat, Sudesha! Teruslah menendang lebih tinggi untuk Kalimantan Tengah.(red)








