Tapanuli Tengah, Cakra.co.id- Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu, SH, MH, mengatakan Kondisi Tapteng saat ini sangat terisolir, banyak akses jalan rusak parah dan terputus di beberapa desa terisolir membutuhkan drop Logistik harus melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.
Rapat Koordinasi tanggap bencana Tapanuli Tengah, Bupati Masinton Pasaribu SH, MH, membeberkan kepada Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution bahwa, kondisi wilayah terisolir diakibatkan akses jalan rusak parah dan terputus di beberapa Desa, atas kondisi tersebut, langkah membutuhkan drop Logistik melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter.
Hal tersebut dipaparkan Bupati Tapteng kepada Gubernur Sumatera Utara, saat memberikan pemaparan kondisi Kabupaten Tapanuli Tengah yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Pandan, pada Jumat, (28/11/25).
Lebih terperinci sosok Masinton juga mengatakan, wilayah Tapteng memiliki wilayah memanjang dengan garis pantai -+200 Km, serta wilayah perbukitan yang sulit dijangkau.
Tambah Masinton, contohnya, wilayah Tukka, ini salah satu daerah terisolir hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter untuk mendrop logistik pangan dan evakuasi warga korban yang terisolasi, dan bukan itu saja, wilayah ini juga tersebar dibeberapa Kecamatan di Tapanuli Tengah.
Seperti, Kecamatan Pinangsori, Kecamatan Lumut, Kecamatan Sibabangun, Kecamatan Sitahuis. Beberapa wilayah ini adalah wilayah yang tidak bisa dilalui dengan akses darat. Sebab, hampir seluruh akses jalan menuju kecamatan dan Desa-desa ini lumpuh total, satu satunya akses ke sana harus mengunakan jalur udara.
“Harapan kami Personil TNI Polri, SAR, mendukung Pemkab Tapteng dalam situasi tanggap darurat ini. Dengan kondisi para ASN Tapteng juga menjadi korban atas tragedi ini, kita harus bergerak cepat kerena masyarakat yang terisolir sangat membutuhkan bantuan logistik ini cepat tiba untuk mempertahankan keberlangsungan hidup para warga yang terisolir,” Tutur Masinton.
Kendala berikut adalah ketersediaan air bersih, sumber air bersih lumpuh total diakibatkan rusak fasilitas diterjang banjir. “kalaupun ada airnya, itu kondisinya keruh, itu butuh diolah, kemudian hingga saat ini Listrik masih padam, ketersediaan Gas dan BBM juga menjadi faktor lambannya evaluasi dilakukan oleh tim.
“Sekarang ini stok sembako kebutuhan di Desa-desa kian menipis, dampak lain yang terjadi saat ini akses internet tidak bisa diakses, sehingga sangat kesulitan berkoordinasi dengan Kecamatan dan Desa yang ikut terdampak akan musibah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubsu Bobby Nasution, SE, MM, dalam arahannya, Kami disini hadir untuk mensupport Bupati dan Forkopimda dan kehadiran kami untuk melihat apa yang sudah dan akan dilakukan dalam penanganan bencana ini.
“Tadi kita sudah bincang-bincang dengan Pak Bupati, Dandim Kapolres. Yang utama saat ini dalam hal evakuasi warga dan pasokan logistik,” Ucap Gupsu mejelaskan.
Gubsu Bobby juga menambahkan, Kita mendukung penuh penanggulangan bencana ini, untuk mempersingkat waktu, Angkatan Udara akan distribusikan logistik, terkait dukungan itu, Gusu sudah mempersiapkan 2 helikopter pengangkut di standbyekan di Bandara Dr. Ferdinand Lumbantobing Pinangsori.
Gubsu juga menambahkan, kami juga membawa makanan cepat saji, perlengkapan bayi, Avture untuk keperluan helikopter. Kami juga membawa BBM Solar digunakan untuk alat berat untuk membuka akses jalan ke Tapteng.
Gubsu menegaskan, kondisi saat ini Tapteng dan Sibolga menjadi daerah terisolir, karena saat ini hanya bisa diakses melalui udara dan laut. Saya telah memerintahkan Kadis PUPR Provinsi Sumut untuk melihat akses atau jalur menuju ke Tapteng.
Selain mempercepat Penyaluran logistik, kita benahi kebutuhan listrik, kita akan mendatangkan teknisi PLN dari Padangsidimpuan, kemudian salah satu yang perlu diprioritaskan, jaringan internet, gas elpiji harus ada, agar kondisi kebutuhan masyarakat tidak terhambat menuju pembenahan Tapteng pulih seperti sedia kala (Rimember)
