
Pandan, Cakra.co.id – Kejadian Lakalantas yang terjadi di Jln Raja Junjungan Lubis di akibatkan se-ekor ayam jago yang menyebrang membuat konsumen yang lagi santai di salah satu Cape Markaz Kopi berhamburan memberikan pertolongan sekitar Jam 15:40 Wib.
Bukan sekedar konsumen Cape Markaz tersebut yang heboh memberikan pertolongan dari insiden tersebut, namun Plt Kadinkes Tapteng Lisnawati Panjaitan juga ikut dalam aksi bemberikan pertolongan kepada korban seorang wanita yang tergeletak atas kejadian itu.
Diketahui, Aksi spontan namun menjadi perhatian beberapa komunitas kepada Lisnawati yakni, mengambil inisiatif dengan menghubungi unit ambulans untuk memastikan korban mendapatkan evakuasi medis secepat mungkin.
Responsif sosok Lisnawati melihat seorang wanita tergeletak, korban lakalantas akibat ayam jago mendapat pertolongan dari jurnalis Ikatan Wartawan Online (IWO) Sibolga-Tapteng bersama aparat kepolisian Polres Tapanuli Tengah.
Ternyata sikap Lisnawati Panjaitan itu mendapatkan apresiasi dari saksi Lakalantas yangvterjadi pada, Kamis (20/11/25). Menurut Anton Nababan, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tapteng telah memberikan contoh yang melampaui ekspektasi. Ia juga kagum karena baru pertama kali melihat pejabat publik bertindak cepat seperti Lisnawati.
“Salut saya dengan ibu ini (Plt.Kepala Dinkes). Lihat lah tanggung jawab moralnya sebagai pejabat publik. Jarang kali lah pejabat kayak ibu ini (Lisnawati Panjaitan), yang langsung turun tangan dan menelpon ambulans. Lihat lah, di temuinya langsung korban itu, meski kakak itu (korban) duduk di tengah jalan,” Sebut Anton dengan bahasa pesisir.
Selain kagum dengan prilaku Lisnawati, Anton Nababan juga menyoroti aksi terpuji kolaboratif yang melibatkan anggota kepolisian, yakni Kanit Politik Polres Tapteng dan Kanit Polsek Pandan bersama jurnalis IWO. Ia memuji perbuatan heroik itu meskipun berpakaian biasa, tidak ragu terjun langsung memberikan pertolongan.
“Selain ibu itu, saya juga salut dengan bapak-bapak dari kepolisian yang menggunakan pakaian biasa tadi bersama wartawan. Mereka juga ikut mengangkat korban dari tempat korban jatuh,” ungkap Anton.
Dijelaskan, bahwa peran kepolisian dan pengurus IWO Sibolga-Tapteng, bukan hanya sebatas evakuasi fisik korban. Tindakan sederhana namun krusial yang menunjukkan empati kemanusiaan juga dilakukan, seperti memberikan pertolongan pertama dan menenangkan korban.
“Pihak Kepolisian Tapteng dan awak media juga memberikan korban air minum dan tisu untuk mengosok luka korban,” Tambahnya.
Anton Nababan memperkuat ungkapannya, bahwa respons terhadap keselamatan warga tidak mengenal batas jabatan atau profesi. Dan peristiwa itu menjadi contoh nyata sinergi Pejabat publik dan penegak hukum beserta awak media bersama-sama berpegang teguh pada prinsip pelayanan kemanusiaan.
Masih Anton menyampaikan, di balik kecelakaan yang dialami seorang wanita ketika menunggangi sepeda motor Beat di Jln Raja Junjungan Lubis, insiden itu dipicu oleh faktor yang tidak terduga, yakni seekor ayam Jago yang tiba-tiba menyebrang jalan.
“Kakak ini (Korban) dari simpang DPR tadi menuju ke dalam. Rupanya seekor ayam jago lewat mengarah ke kereta (Sepeda Motor) kakak itu, dan kakak itu melindas ayam itu,” Tutur Anton menjelaskan kronologi lebih terperinci.
Meskipun Anton tidak dapat memastikan apakah kecelakaan terjadi karena korban panik atau karena rem mendadak sehinga kecelakaan yang mengakibatkan kaki kanan wanita tersebut tak berdaya.
Terhitung beberapa menit dari waktu kejadian, koban yang tidak di ketahui asal usulnya lansung di kawal Plt. Kepala Dinkes Tapteng, Lisnawati Panjaitan menggunakan ambulans menuju RSUD Pandan untuk mendapatkan perawatan medis dari cedera yang diderita korban.(Rimember)








