
KAPUAS-cakra.co.id
Memasuki tahapan krusial dalam rangkaian Pilot Project PKGSD (Pengembangan Kompetensi Guru SD), sebanyak 93 guru sekolah dasar di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah menjalani sesi In-Service Training yang difokuskan pada penguatan pengajaran Bahasa Inggris.
Langkah ini diambil oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Tengah untuk membekali para guru dengan teknik pedagogi modern, agar Bahasa Inggris tidak lagi dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa sekolah dasar.
Ini merupakan Program Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah dan pelaksananya adalah BGTK Provinsi Kalimantan Tengah.
Ketut Sukajaya Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan menyampaikan kepada seluruh guru peserta PKGSD mengajar Bahasa Inggris (MBI) bahwa In-Service Training menghadirkan Kelas Bahasa Inggris yang hidup.
Berbeda dengan seminar teori, sesi In-Service ini dirancang dengan pendekatan praktis.
Ke-93 peserta diajak untuk mensimulasikan metode mengajar yang interaktif dan berpusat pada siswa (Student Centered Learning)
Materi utama dalam kelas Bahasa Inggris ini meliputi
Methodology Fun Learning: Teknik mengajarkan kosakata (vocabulary) dan percakapan dasar melalui lagu, permainan, dan kartu bergambar (flashcards).
Contextual Teaching: mengaitkan materi Bahasa Inggris dengan lingkungan sehari-hari siswa di Kapuas, sehingga bahasa asing terasa lebih akrab.
Phonics & Pronunciation: Pelatihan bagi guru untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam pelafalan bahasa Inggris yang tepat sebagai contoh bagi siswa.
Pemanfaatan Media Digital: Penggunaan aplikasi sederhana dan konten audio-visual untuk memperkaya materi listening di kelas.
Untuk mengatasi tantangan bahasa di tingkat dasar,
Instruktur dari MBI menekankan bahwa tantangan terbesar guru SD di daerah dalam mengajar Bahasa Inggris adalah membangun minat awal siswa.
“Melalui kelas In-Service ini, kami membekali 93 guru di Kapuas dengan strategi agar siswa berani berbicara tanpa takut salah. Kita fokus pada komunikasi yang fungsional dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkap salah satu fasilitator MBI.
Dampak Langsung di Sekolah
Setelah sesi In-Service ini berakhir, para guru akan kembali ke sekolah masing-masing untuk mengimplementasikan modul yang telah disusun.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Suwarno Muriad dalam sambutan dan arahannya menyampaikan penting nya melakukan koordinasi, kolaborasi dan konsistensi bagi 93 guru dan akan melakukan pemantauan lapangan guna melihat sejauh mana perubahan antusiasme siswa dalam mempelajari bahasa internasional tersebut.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan perspektif baru.
“Dulu kami bingung mulainya dari mana, tapi dengan pelatihan PKGSD ini, kami jadi punya banyak ide permainan untuk mengajarkan Bahasa Inggris di kelas, ” ujarnya.
Dengan penguatan kompetensi ini, Kabupaten Kapuas kini memiliki 93 pionir penggerak yang siap mencetak generasi muda yang fasih berbahasa global sejak dini.
Yang menjadi catatan bahwa
program In-Service PKGSD pilot project pertama di Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah.(pm2)








