Pandan, Cakra.co.id – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menargetkan Penghasilan Asli Daerah (PAD) untuk tahun mendatang dapat ditingkatkan. Untuk mencapai target itu Pemerintah dituntut kreatif melihat potensi untuk menambah PAD agar ada celah fiskalnya.
“Kondisi keuangannya kita sekarang ICU (kondisi tidak baik) semua potensi harus dioptimalkan. Terutama perangkat dinas penghasil PAD, harus mengejar target pendapat asli daerah. Semua harus dikelola dengan baik,” Sebut Masinton, saat memaparkan pendapatan daerah Pemkab Tapteng di hadapan OPD serat Forkopimda yang hadir.
Sesuai data pendapatan daerah yang dipaparkan Bupati Tapteng, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapteng tahun 2025 hanya Rp 82,8 Milyar lebih, sementara Pendapatan Transfer Pusat Rp 1,57 Triliun lebih, Transfer Antar Daerah Rp.59 Milyar lebih, serta Lain-lain Rp 23 Milyar lebih.
Sementara untuk Belanja Daerah dan Pokok Utang Pemkab Tapteng tahun 2025 yakni, Belanja Pegawai sebesar Rp 528 Milyar lebih, Belanja Barang dan Jasa Rp 343 Milyar lebih, Belanja Modal Rp123 Milyar lebih, Belanja Tak Terduga Rp 4,7 milyar lebih, Belanja Transfer Rp 207 milyar lebih, Belanja Bunga Rp 3,1 Milyar lebih, Belanja Hibah Rp 15 Milyar lebih, Cicilan Pokok Utang Rp 14 Milyar lebih.
Selain itu, rencana pemasukan anggaran tahun 2026 dibidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tapteng Rp 112 milyar lebih, sementara untuk Pendapatan Transfer Pusat tahun 2026 bekurang jauh Rp 879 milyar, Transfer Antar Daerah Rp 31 milyar, Lain-lain Rp 23 milyar.
Dengan demikian, kata Masinton, pendapatan daerah tahun 2026 yang berasal dari Pendapatan Transfer Pusat akan dipangkas sebesar Rp205 milyar.
Berkurangnya Pendapatan Tansfer Pusat membuat dirinya harus berpikir keras menyelamatkan keuangan Pemkab yang sudah di ambang pailit, dengan beban belanja pegawai mencapai 51,27 persen.(Riemember)
