
Tapanuli Tengah, Cakra.co.id- Sebelumnya pembobolan mini market terjadi beberapa hari yang lalu, kejadian yang sama kembali terulang pada Jumat malam di tiga titik yang berbeda di kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara Jumat malam diawali sekitar jam 23:00 Wib.
Berawal dari wilayah Kelurahan Hajoran simpang jalan pesantren Pandan, kejadian yang sama kembali terjadi pada mini market di kawasan Sibuluan Raya dan berlanjut ke mini market yang berada di Alun-alun kota Pandan.
Kejadian serupa juga terjadi diwaktu malam yang sama, sasaran pada waktu itu terjadi pada mini market yang berlokasi di dekat pasar tradisional pandan.
Kejadian itu kembali terulang pada Sabtu 29 November 2025, kali ini, pembobolan mini market yang berlokasi di simpang DPR pandan di bobol pada siang hari.
Aksi pembobolan dan penjarahan mini market kian meluas, aneka barang barang didalamnya tampak ludes seketika setelah aksi sekelompok warga tersebut beraksi.
Tidak tanggung tanggung, dengan jumlah ratusan warga, barang apa saja yang terlihat akan digondol warga tanpa tersisah.
Mirisnya, aksi yang sudah berulang ulang terjadi tidak ada tampak aparat keamanan di lokasi.
Tampa diketahui dasar dari kejadian pembobolan tersebut marak terjadi, apakah aksi pembobolan dan penjarahan mini market ini murni karena warga sudah kurangan bahan pangan atau tidak.
Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatra Utara saat ini memang masih terisolasi akibat banjir bandang dan longsor meliputi dua puluh kecamatan.
Menurut keterangan ketahanan pangan Kepala Bulog Sibolga menyebut, Stok beras di gudang Bulog Sibolga menyatakan pada Rapat Koordinasi pada Jumat bahwa, Stok bulog Sibolga Tapteng masih bisa bertahan Seminggu kedepan dengan nominal stok 1800 Ton.
Kini kondisi logistik pangan Tapteng masih terkendali, namun Sumber air bersih, tabung gas, minyak goreng, kebutuhan rumah tangga lainnya masih mengkhawatirkan disebabkan, Pendistribusian menuju ke Tapteng masih putus.
Hampir seluruh warung dan ruko tutup karena dampak banjir bandang yang terjadi lima hari lalu.
Sementara hingga hari kelima pasca banjir bandang dan longsor melanda kabupaten Tapanuli Tengah, listrik, jaringan internet, air bersih dari PDAM, mati total.
Selain Bahan bakar minyak sulit didapat, seluruh kebutuhan dalam rumah tangga mulai krisis.
Seluruh warga Kabupaten Tapanuli Tengah yang tersebar di 20 kecamatan kini menunggu bagaimana pemerintah bersikap melihat nasib mereka dari pasca bencana hingga ke depan.
Berdasarkan informasi, sudah ada 6 mini market yang dibobol dan dijarah warga, sejak terjadinya banjir bandang dan longsor di kabupaten Tapanuli Tengah terjadi.
Sejak berita ini di terbitkan belum ada keterangan kepolisian setempat, dan dari pemerintah daerah terkait kejadian ini (Rimember)








