Jakarta, Cakra.co.id – Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Ny. Rismawaty Masinton Pasaribu dan Staf Ahli I TP PKK, Ny. Masnoni Mahmud Efendi menghadiri kegiatan Hari Ulos Nasional Tahun 2025 “ULOS GOES TO UNESCO,” yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Sumatera Utara di Anjungan Sumatera Utara tepatnya di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Pada Minggu, (02/11/25).
Ketua Badan Penghubung Pemprov Sumatra Utara Iksanul Arifin Siregar menjelaskan bahwa, perjalanan Ulos diawali dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia yang menetapkan, ulos adalah warisan tak benda Indonesia pada 17 Oktober 2014, setahun setelahnya, pada tanggal 17 Oktober 2015, ditetapkan menjadi hari ulos Nasional yang bersamaan hari Batik Nasional.
Dalam pidatonya juga memaparkan, pemerintah Sumatera Utara mendorong dan mendukung Ulos menjadi warisan tak benda kepada UNESCO pada Oktober 2025 untuk mendapat pengakuan dunia.
Agenda ini diselenggarakan Badan Penghubung Sumut berkolaborasi dengan Taman Mini Indonesia beberapa Diseiner menyelenggarakan hari ulos Nasional yang bertujuan,
1. Melestarikan Budaya dan melestarikan menenun secara turun temurun serta mendorong bahan lokal yang berkualitas.
2. Berperan Aktif dan mempromosikan produk-produk berbahan ulos secara luas sampai ke manca negara.
Tambah Iksanul menjelaskan, rencana pagelaran ulos yang diselenggarakan berlangsung selama 2 hari kedepan.
Diakhir penyampaian kata sambutannya, Iksanul juga tidak lupa mengucap terimakasih kepada segenap panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.
Dalam kegiatan ini, Badan Penghubung Provinsi Sumatera Utara menampilkan Pagelaran Wastra Sumatera Utara, Putri Indonesia Sumut Morana Angelica, Starlight Band Performance, Fashion Show by Designer, Lomba Fashion Show By Designer, Lomba Tari Tortor, Bazaar UMKM, dan Talkshow.
Ketua Dekranasda Sumut Kahiyang Ayu Siregar saat menyampaikan kata sambutannya berharap kepada Dekranasda Se-Sumatra Utara bisa terus mempromosikan ulos baik di Indonesia, maupun di luar negeri, sebagai warisan tak benda di manca negara.
“Saya besar di Jawa, dan saya makin kenal ulos saya semakin suka,” ucap anak mantan Presiden ke 7 itu.
Ulos, yang dalam tradisi Batak bermakna simbol kasih, berkat, dan kehormatan, pada hari itu bertransformasi menjadi benang penghubung persaudaraan antar-suku di Indonesia.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia Ibu Nannie Hadi Tjahjanto, S.H, Isteri Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Lin Nurhayani, Ketua Tim PKK Provinsi Sumatera Utara Kahiyang Ayu dan Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas, serta tamu undangan lainnya (Rimember)
